Pages

Wednesday, April 8, 2015

Lagi, polisi kulit putih tembak mati warga kulit hitam Amerika

Michael Slager, 33 tahun, polisi kulit putih di North Charleston, Negara Bagian North Carolina, Amerika Serikat, Sabtu lalu menembak mati Walter Scott, 50 tahun, pria kulit hitam tak bersenjata sebanyak lima kali dari belakang. Dia lalu meringkus mayat yang sudah jatuh itu dengan borgol.



Slager kemudian ditangkap dan ditahan serta dituntut kasus pembunuhan setelah sebuah video insiden penembakan itu beredar.



"Polisi ini merasa dia bisa bebas melenggang begitu saja setelah menembak seseorang dari belakang," kata perwakilan dari keluar Scott, seperti dilansir koran the Daily Mail, Rabu (8/4).



Peristiwa ini kembali mengingatkan insiden serupa yang terjadi pada remaja kulit hitam bernama Michael Brown di Ferguson, tahun lalu.



Slager sebelumnya membela diri dengan mengatakan dia sudah mengikuti prosedur dan merasa terancam nyawanya oleh lelaki mantan Penjaga Pantai itu.



Slager mengklaim Scott mencoba lari setelah dia akan menangkapnya. Dia mengatakan Scott ingin merebut senjatanya sehingga dia segera menarik pistol dan menembaknya.



Dalam cuplikan video, terlihat Scott ditembak dari jarak beberapa meter dengan tujuh kali tembakan, lalu yang kedelapan ada jeda, diikuti tiga tembakan meleset.



Scott lalu rebah ke tanah berumput seraya Slager mendekatinya untuk memborgol tangannya di belakang.





Berikut video penembakan itu.




Baca juga:

Ferguson jilid 2, polisi AS kembali tembak mati pria kulit hitam

Demonstran kasus Ferguson AS, pura-pura mati tapi main ponsel

Korea Utara sebut Amerika rasis dan miskin hak asasi

Penembak remaja kulit hitam Ferguson undur diri dari pekerjaan

Sejarah berulang di Ferguson, kebencian tak mati-mati

Lagi, pemuda kulit hitam tewas di Ferguson

Ini pengakuan polisi penembak remaja kulit hitam di Amerika

Kemurkaan warga AS usai mendengar pembunuh remaja 18 tahun bebas

Unjuk rasa warga kulit hitam meluas di Amerika

Polisi diduga rasis diputus bebas, Kota Feguson AS kembali rusuh


Read More http://ift.tt/1CU0TNy

No comments:

Post a Comment