Hari ini pukul 10.45 waktu setempat, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yaman dihantam serangan bom berasal dari serbuan udara tentara koalisi pimpinan Arab Saudi.
Ditanya mengenai kabar itu di sela-sela penyelenggaraan World Economic Forum, Presiden Joko Widodo menyatakan belum mau berkomentar lebih jauh.
"Saya belum bisa komentar, karena baru saja saya dapatkan informasi dari menteri luar negeri. Saya ingin coba lebih detil lagi agar tahu betul kerusakannya seperti apa, yang luka berapa, berapa jumlahnya, nanti baru saya akan sampaikanâ¬," kata Jokowi di Jakarta, Senin (20/4).
Menurut siaran pers dari Kementerian Luar Negeri, Informasi awal yang diterima dari Sana’a, serangan tersebut ditujukan kepada depot amunisi yang berada di kawasan tersebut. Jalan disekitar KBRI rusak parah dan banyak korban jiwa warga sipil setempat yang berada di sekitar daerah tersebut.
Dua orang staf diplomat dan seorang WNI yang terluka telah mendapatkan pertolongan dan bersama seluruh WNI lainnya sudah dievakuasi ke Wisma Duta di Sana’a untuk segera berupaya menuju ke Hudaidah.
Sejak dilakukannya intensifikasi evakuasi, Pemerintah telah berhasil mengevakuasi sebanyak 1981 WNI keluar dari Yaman sejak Desember 2014. Sampai ini sudah 1973 WNI tiba di Indonesia. Sebagian dari Tim Evakuasi dari Jakarta saat ini juga masih berada di beberapa wilayah di Yaman.
Baca juga:
17 WNI luka akibat serangan bom di Kedubes RI di Yaman
Porak-poranda KBRI di Yaman usai diserang rudal Saudi
Pemerintah Indonesia kecam keras serangan bom Saudi ke KBRI Yaman
Ini penampakan KBRI di Yaman terkena serangan rudal
KBRI di Yaman hancur dibom
No comments:
Post a Comment