Pada awal tahun kemarin para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerang sebuah hotel di Tripoli, Libya dan menewaskan 40 orang di sana. Lantaran itu, pemerintah Libya, melalui Menlu Mohammed al-Dairi, meminta kepada para delegasi Asia dan Afrika yang hadir dalam Pertemuan Tingkat Menteri Konferensi Asia Afrika untuk memerangi pertumbuhan ISIS.
"ISIS melakukan sejumlah aksi buruk di Libya. Kami pernah dikejutkan dengan aksi eksekusi 21 warga kami pada Februari lalu, begitu pula ketika mereka menyerang hotel di Tripoli, mereka merupakan ancaman bagi kami dan warga Asia Afrika," ujar Menlu Libya saat ditemui di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri KAA, Balai Sidang Jakarta, Senin (20/4).
"Kami berharap negara Asia dan Afrika bersatu melawan aksi terorisme, namun kami juga membutuhkan dukungan dari Dewan Keamanan PBB," lanjut dia.
Selain ISIS, kelompok militan lain Ansar al Syariah juga mengancam keamanan di Libya, oleh sebab itu Menlu Al-Dairi berharap segera bertemu dengan Pemerintah Indonesia dalam pertemuan bilateral kedua negara.
"Saya tidak sabar bertemu dengan pemerintah Indonesia. Besok, saya akan bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membahas masalah ini," ujarnya sembari kembali memasuki ruang sidang.
Baca juga:
ISIS penggal 30 warga Kristen Etiopia
ISIS buka lowongan buat guru dan pembuat bom
ISIS akui banyak WNI gabung pasukannya
Bantai pengungsi Palestina, ISIS sengaja pancing kemarahan Hamas
No comments:
Post a Comment