Pages

Sunday, April 19, 2015

Dapati Balai Betawi tak terurus, Ahok marahi Dinas Pariwisata

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkunjung ke Balai Betawi. Mendapati beberapa bangunan Balai Betawi mengalami kerusakan parah, Ahok pun geram.



Ahok menyoroti kabel-kabel listrik yang berantakan dan berpotensi membahayakan keselamatan orang-orang di sekitar Balai Betawi.



"Ini kan gila bangunan sudah lama tapi begini hasilnya. Lihat saja kabel masih berantakan, nanti kalau orang kesetrum bagaimana. Ini juga kayu sudah rusak. Apalagi ini kolam enggak ada airnya. Kalau perlu kontraknya kita gugat karena kita ditipu ini," kata Ahok saat blusukan di Setu Babakan, Jakarta, Minggu (19/4).



Ahok mengatakan pembangunan Balai Betawi menghabiskan ratusan miliar. Oleh sebab itu, Dinas Pariwisata harus memperhatikan pelestarian budaya betawi, termasuk bangunan Balai Betawi ini.



"Mana ada bangunan rumah lampunya belakangan. Jangan mengatasnamakan orang Betawi untuk korupsi, enggak boleh itu pak," kata Ahok sembari menunjuk bangunan yang rusak.



Ahok meminta Dinas Pariwisata untuk segera mengirimkan rincian biaya pembangunan dan perawatan Balai Betawi sebab Balai Betawi akan dijadikan sebagai pusat kebudayaan Betawi.



"Kalau orang Betawi korupsi gue sikat. Ahok ini tak pernah takut siapapun," tegasnya.



Ahok berjanji akan segera memperbaiki bangunan tersebut untuk tempat kegiatan pergelaran seni budaya betawi.



"Makanya saya bilang ini terlalu banyak pembiaran, harusnya kalau ada pembangunan rumah budaya begini harus diisi. Jadi enggak boleh cuma otaknya proyek, bangun atas nama Betawi tapi enggak dipakai. Coba saja lihat berantakan begitu, padahal duitnya habis Rp 100 miliar," kata Ahok.



Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata DKI Marianto mengatakan bahwa bangunan Balai Betawi rusak karena iklim cuaca tak menentu. Oleh sebab itu, bangunan tersebut sedikit rusak.



"Kolam itu dibetulin bawahnya supaya dibikin keramik baru karena sebelumnya banjir terus," kata Marianto.



Read More http://ift.tt/1yGGgpJ

No comments:

Post a Comment