Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi membuka Pertemuan Tingkat Menteri dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) di Balai Sidang Jakarta hari ini. Dalam pidato awalnya, Menlu Retno mengatakan Kerja Sama Selatan Selatan merupakan keharusan bagi negara Asia Afrika.
Dalam pidatonya Retno membeberkan sejarah awal pertemuan para kepala negara Asia dan Afrika dalam Konferensi Asia dan Afrika pertama di Bandung pada 1955. Pada saat itu tantangan yang ditemukan para pemimpin negara adalah masalah kolonialisme.
"Kini setelah 60 tahun berlalu, dunia masih tetap tidak seimbang secara geopolitik dan ekonomi. Palestina masih belum bisa mendapatkan hak kedaulatan dan kemerdekaan," ujar Menlu Retno, Senin (20/4).
Dia juga mengatakan hingga saat ini Asia dan Afrika masih dihadapkan pada jurang pembangunan yang meluas. Lebih dari satu miliar orang hidup di bawah pendapatan Rp 25 ribu.
"Konflik dan ketidakstabilan masih terus berlanjut. Intoleransi dan ketidaksetaraan terus meningkat," lanjut Menlu.
Dalam Bandung Message nanti, salah satu dari tiga agenda utama KAA kali ini, akan dibahas perbatasan politik dan pesan moral untuk negara Asia Afrika dan dunia. Tiga pilar kerja sama dalam agenda itu menegaskan kembali komitmen untuk membentuk langkah politik, solidaritas, perkembangan ekonomi, dan hubungan sosial budaya yang lebih kuat.
Menurut Menlu pesan politik tidak cukup untuk memajukan negara Asia dan Afrika.
Selain Bandung Message akan ada New Asia Africa Strategic Partnership (NAASP). Dalam NAASP akan diberikan pendekatan praktik yang fokus dalam delapan area kerja sama.
"Dokumen tersebut tidak hanya terfokus dalam area kerja sama saja, namun melebihi prioritasnya. Ini berisi mekanisme operasional yang menjelaskan kerja sama penuh negara Asia Afrika untuk memastikan implementasi efektif," katanya.
Menlu yakin NAASP akan membawa suatu hal yang baru dalam kerja sama Asia dan Afrika. Hal itu lebih memungkinkan negara Asia Afrika untuk melakukan kerja sama yang terstruktur, sistematik, dan intensif.
Dengan demikian NAASP akan membuka kesempatan baru untuk melakukan kerja sama antara negara Asia Afrika yang akan menjembatani dua benua.
Baca juga:
Selama KAA tidak ada pesawat komersil terbang di langit Bandung
Aksi sniper TNI amankan Konferensi Asia Afrika
Hari kedua KAA di Jakarta, pertemuan tingkat menteri Asia Afrika
Presiden Afsel tidak jadi datang KAA, ini alasannya
Mahasiswa Solomon belajar sampai ke Indonesia
Vanuatu segera bangun kedutaan di Indonesia
Bandung Message bawa pesan toleransi antar umat manusia
Ini pengalihan lengkap arus lalu lintas di Jakarta selama KAA
Read More http://ift.tt/1P2ropB
No comments:
Post a Comment