Indonesia punya hubungan rindu dendam dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak era Presiden ke-1, Soekarno. Bahkan, kasus negara ini termasuk unik, sempat keluar untuk bergabung kembali dengan organisasi internasional tersebut.
Oleh sebab itu, sejak Orde Lama berakhir, cukup mengejutkan beberapa era kepresidenan punya kritik masing-masing terhadap PBB. Hubungan dengan PBB relatif akur di era Soeharto. Apalagi mantan jenderal Kostrad ini membawa Indonesia kembali masuk PBB.
Kendatipun, rezim Orde Baru sering diserang Komisi HAM PBB untuk kasus-kasus pembunuhan warga sipil dan penculikan aktivis. Habibie tak pernah melontarkan kritik terbuka pada PBB, walaupun keputusan UNTAET kerap bias terkait penyelesaian referendum Timor Timur.
Indonesia juga baik-baik saja dengan PBB selama kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.
Tradisi 'tak akur' dengan PBB berlanjut di era Presiden Joko Widodo. Jelang, KAA, presiden menyatakan PBB gagal menjalankan peran sebagai kekuatan yang bisa mewujudkan keadilan global.
"Keadilan global yang kita lihat sekarang ini, United Nations tidak bisa memerankan itu," kata Jokowi.
Apa saja kritik presiden-presiden Republik Indonesia terhadap PBB? Berikut rangkumannya oleh merdeka.com:
Read More http://ift.tt/1aGNY7M
No comments:
Post a Comment