Mengawali pembukaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta hari ini, sejumlah negara mengadakan Konferensi Negara Selatan Selatan, yang digelar di Balai Sidang Jakarta (JCC).
Dalam kesempatan itu Duta Besar Norwegia Stig Traavik memuji Indonesia dalah hal penanganan isu radikalisme dan seputar toleransi beragama.
"Dalam isu radikalisme, Indonesia memiliki pengalaman dan pesan penting bagi dunia. Indonesia memiliki interpretasi yang kuat dan baik mengenai Islam. Ini satu hal di mana dunia bisa belajar," kata Traavik, di JCC, Jakarta, Ahad (19/4).
Duta besar Norwegia itu juga mengungkapkan negaranya memiliki masalah pemuda yang ikut berperang di Suriah dan ingin belajar dari Indonesia untuk menangani masalah itu.
"Ketika perdana menteri kami bertemu Jokowi, mereka membicarakan masalah ini," kata dia.
Lebih lanjut Traavik menyatakan Indonesia memiliki intepretasi yang baik mengenai toleransi.
"Kalian memiliki hubungan antara agama yang sangat baik. Indonesia menunjukkan ada Islam moderat, toleransi, dan saling megerti satu sama lain."
Traavik menambahkan, konferensi ini sangat penting untuk merefleksikan pengalaman dalam kerja sama negara selatan-selatan dan juga bagaimana kerja sama ini dipromosikan dalam masa modern.
"Yang kita bicarakan saat ini, negara di selatan bisa bekerja sama dan mendapatkan dukungan negara di utara," kata dia.
Kerjasama negara Selatan-Selatan di negara berkembang selama ini terjalin untuk mengatasi masalah bersama yang memiliki kesamaan konteks dan tantangan dalam pembangunan.
Kerjasama ini digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1978.
Baca juga:
Sibuk atasi kekerasan antiimigran, Presiden Afsel batal hadiri KAA
Selama KAA, truk dilarang masuk Bandara Soekarno-Hatta 19-26 April
Ini 3 strategi Pangdam Jaya jaga KAA dari gangguan keamanan
Tak ada car free day, warga tetap olahraga di Bundaran HI
Ini pengalihan arus selama KAA di Jakarta
Lalu lintas Jakarta diprediksi macet selama KAA
Read More http://ift.tt/1EZGeKE
No comments:
Post a Comment