Pages

Thursday, April 16, 2015

Sempat tewas, pria ini hidup lagi setelah direndam air es

Sebuah metode kontroversial berhasil menghidupkan kembali seorang pria yang sudah meninggal karena serangan jantung.


Kejadian ini berawal ketika Bulent Sonmez, seorang pria paruh baya dari Ankara, Turki yang sudah memiliki dua anak harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung. Naas, dirinya pingsan dan jantungnya dilaporkan sudah tak berdetak kala masuk ruang perawatan. Ajaibnya, pria ini berhasil kembali dari dari kematian setelah dokter menempatkannya ke dalam bak penuh dengan es.


Dilansir Mirror (15/4), metode ini sendiri di kalangan petugas medis umum disebut sebagai metode terapi hipotermia yang cukup kontroversial. Terapi ini bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh pasien hingga 30 derajat celcius untuk membatasi efek dari kekurangan oksigen pada organ di dalam tubuhnya.


Berdasarkan lansiran tersebut, terapi ini berhasil dilakukan ke Bullent dan jantungnya kembali berdetak. Para dokter pun menghabiskan sekitar 24 jam menjaga denyut jantung dan suhu tubuh pria ini kembali normal.


Sayang, keluarga Bullent tak dapat sepenuhnya bahagia karena setelah kembali sadar, pria berusia 40 tahun ini hanya bisa mengingat sekitar setengah hidupnya dan tragisnya dirinya tak dapat mengingat istri dan anak-anaknya.


"Rasanya seperti sebuah film, saya tidak tahu bagaimana menjelaskan ke kedua anak kami yang telah menunggu di rumah. Saya mencoba untuk mengatasinya dengan menunjukkan foto-foto, tapi butuh waktu yang sangat lama untuk bisa meyakinkan dia." ungkap istrinya, Sibel Sonmez, pada media setempat.


Pengobatan terapi hipotermia sendiri memang dapat digunakan untuk membatasi efek dari kekurangan oksigen pada pasien serangan jantung tapi juga menyebabkan efek samping berupa kerusakan otak yang parah.


"Ini tetap menjadi prosedur yang kontroversial tetapi kami percaya dalam hal ini tentu tujuannya adalah menyelamatkan nyawa seseorang." ujar Dr Omer Zuhtu yang jadi salah satu dokter yang menanggani Bulent Sonmez.


Read More http://ift.tt/1FVJMwf

No comments:

Post a Comment