Penataan frekuensi 1800 Mhz untuk jaringan 4G LTE akan segera dimulai di bagian timur Indonesia. Soal metode dan awal dimulainya sudah disepakati oleh operator. Hal ini terang saja membuat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara sumringah.
Pasalnya, jika penataan di frekuensi tersebut selesai, maka akan dilanjutkan pada frekuensi 2100 Mhz atau 2,1 Ghz. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) merencanakan jika pembahasan pada frekuensi tersebut akan dibahas semester kedua tahun ini.
"Semester dua akan mulai dibahas di 2,1 GHz, karena masih sisa 10 MHz," kata Rudiantara di Kementerian Kominfo, Jakarta, (13/04).
Sebagaimana diketahui, pada frekuensi 2,1 Ghz ini masih menyisakan 10 Mhz yang menjadi rebutan semua operator.
Ketika disinggung rencana lelang blok kanal kosong itu, Rudiantara mengaku masih belum mau fokus ke arah sana. Sebab, saat ini Kominfo sedang memfokuskan diri pada penataan ulang di 1.800 MHz.
"Sekarang fokus di penataan 1.800 MHz. Baru, sudah itu ke 2,1 GHz," kata pria yang akrab di panggil Chief RA ini.
Seperti diketahui, pada pita frekuensi 2,1 GHz sementara ini diisi oleh empat operator besar tanah air, yaitu Telkomsel, XL, Indosat, dan Tri. Masing-masing operator memiliki lebar pita 10 MHz. Total lebar frekuensi ini adalah 60 MHz yang dibagi menjadi 12 blok frekuensi dengan masing-masing lebar pita 5 MHz.
Baca juga:
Menkominfo dorong efisiensi industri telekomunikasi
XL gandeng Xiaomi sambut 4G
Ini alasan Maluku jadi pilihan pertama penataan frekuensi 1800 Mhz
Ini wilayah pertama yang cicipi penataan 4G di frekuensi 1800 Mhz
Read More http://ift.tt/1NAprUa
No comments:
Post a Comment