Sinergi antara penelitian dengan industri, merupakan tujuan utama dari Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir. Dalam waktu dekat, dirinya mengatakan akan memperkenalkan 22 riset inovasi teknologi yang sudah siap bersinergi dengan industri.
"Insyaallah tanggal 13 April ini di Puspitek, Serpong, saya akan meluncurkan 22 riset teknologi yang bisa diadopsi langsung oleh industri," ujarnya saat ditemui Merdeka.com di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, (08/04).
22 riset inovasi teknologi yang akan diluncurkan itu, di antaranya teknologi pangan, kesehatan, energi, dan aerospace. Menurutnya, riset inovasi teknologi yang akan diperkenalkannya itu merupakan riset lama tapi tidak pernah dipublikasikan dan dikaji kebutuhannya bagi industri.
"Sebenarnya itu riset lama, tapi karena tidak dipublikasikan dan dikaji lebih dalam, akhirnya baru 3 bulan yang lalu kami kaji kembali. Dan hasilnya, alhamdulillah bisa," jelasnya.
Rencananya, dalam peluncuran hasil riset inovasi teknologi tersebut, Nasir akan mengundang seluruh sektor swasta terkait untuk melihat hasil riset yang diyakininya mampu bersinergi dengan industri.
"Ya, tentu. Semua private sektor bakalan kita undang. Misalnya saja Biofarma, Dirgantara, dan lain sebagainya," katanya.
Dirinya pun berharap penuh agar hasil riset para peneliti bisa bersinergi dengan industri dan dapat berguna bagi masyarakat.
"Kami inginkan seperti itu. Biar kita keluar uang penelitian tapi juga menghasilkan dan menguntungkan bagi rakyat," tutupnya.
Baca juga:
8 Lautan paling menakjubkan di tata surya
Cairan ajaib ini bisa buat manusia kebal peluru
Teknologi ini bisa bantu atasi kecurangan UN online di Indonesia
Universitas Inggris buat baterai smartphone idaman orang Indonesia
Soal iklan TV, RCTI paling untung dan Sampoerna paling royal
Read More http://ift.tt/1y2VPrg
No comments:
Post a Comment