Pages

Thursday, April 9, 2015

Ini kata Ahok soal pegawai lepas Dinas Tata Air ngaku tak digaji

Pegawai harian lepas di Dinas PU Tata Air DKI Jakarta mengeluhkan gajinya tidak dibayar. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, mensinyalir jika ada permainan di Dinas PU Tata Air yang mengakibatkan tidak dibayarnya gaji pegawai harian lepas tersebut.



"Kita tidak tahu siapa yang benar. Itu yang terjadi waktu kasus PU Tata Air. Dia mengatakan, satu wilayah ada 50 orang. Waktu saya tahan, ribut tidak gajian demo pintu air semua, ,emang ada yang asli, tidak bayar gaji, ada juga yang palsu. Saya minta Dinas Pu berikan kepada saya nama dan no ponsel, kerja di mana. Tapi selama dua bulan ini dia tidak datang. Artinya apa? Ini nama-nama fiktif," ujar Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).



Ahok pun mempertanyakan kualitas petugas Dinas PU Tata Air. Menurut Ahok, upah harian lepas seharusnya dibayar sebagaimana mestinya. Ahok juga pernah mendapati adanya penipuan soal data kepegawaian yang dimintanya dari Dinas PU Tata Air.



"Pertanyaan saya ini pegawai benar tidak? Karena banyak mandor ini mulai ribut karena pembagian rejeki tidak merata. Jadi saya minta nama, dia bilang ada dua puluh ribu nama. Hanya sepuluh ribu aja ngambil nama pegawai swasta. Berarti selama ini ada penipuan," tambahnya.



Untuk mengantisipasi hal yang sama akan terulang lagi, Ahok meminta agar upah untuk pegawai harian tersebut akan dibayar melalui mekanisme ATM.



"Kasih rekening. Transfer ke dia. Jadi ATM-nya disimpan," pukas Ahok.


Baca juga:

Buang limbah ke sungai, pabrik di Cengkareng dipidanakan Ahok

Sekuat apa beking Jokowi hingga buat DPRD takut gulingkan Ahok?

DPRD DKI bingung, mau gulingkan Ahok takut, mundur malu

Ahok ingin gusur habis kawasan kumuh, warga dipindah ke rusun

Ahok minta SKPD kerja semangat seperti calo saat layani warga DKI

Ahok ke anak buah: Kalau mau jatuhkan saya, gabung saja ke DPRD!

APBD belum cair, Ahok ajak jajarannya belagak seperti konglomerat


Read More http://ift.tt/1yhKS5v

No comments:

Post a Comment