Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, berencana memasukkan data pembayaran pajak dalam situs smartcityjakarta.go.id. Tujuannya untuk melibatkan masyarakat dalam memantau salah satu sumber pemasukan asli daerah (PAD).
"Saya itu pengen masyarakat terlibat mengawasi. Misalnya kamu makan di restoran, kamu kena pajak Rp 200 ribu. Kalau kamu bisa buka smartphone langsung ingin lihat restoran yang kamu makan, bayar pajak berapa sih?" ungkap Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/4).
Sistem ini, kata dia, dapat mengetahui restoran tadi benar telah membayarkan pajak yang dibayarkan konsumennya dengan tepat. Sehingga, Pemprov DKI Jakarta bisa mendapatkan laporan bila terjadi kecurangan dalam proses pembayaran pajak.
"Kalau dia (restoran) tidak lakukan, dia korupsi," tegas mantan Bupati Belitung Timur ini.
Dia mengeluhkan, selama ini sistem pembayaran pajak masih belum sesuai dengan harapan. Dengan menerapkan laporan pajak secara online, dia harap tak ada lagi yang coba-coba menilep pajak rakyat. Soal kepada rencana ini bisa diterapkan, Ahok tak berani memastikan justru dia tak yakin akan berjalan mulus.
"Makanya saya pengen kalau itu dibuka, masyarakat bantu ngitung (PAD). Tapi katanya enggak boleh. Makanya saya mau minta MA aja," tutupnya.
Baca juga:
Ahok janji APBD 2016 bisa pakai Perda asal DPRD tak ajak ribut
APBD tak sesuai harapan, ini anggaran yang dipangkas Pemprov DKI
Karena Jokowi, Ketua DPRD tak bisa tolak dipertemukan dengan Ahok
Ahok ke guru: Kalau uang tak dibelikan UPS, bisa bangun sekolah
Bantah Ahok, Mendagri sebut tak mungkin ngarang UU
Jokowi berharap tidak ada pemakzulan terhadap Ahok
Di depan Jokowi, Ketua DPRD tegur keras Ahok yang suka main tuding
Read More http://ift.tt/1crONCZ
No comments:
Post a Comment