Pages

Friday, March 20, 2015

Warga desa ini kena wabah misterius 'sakit tidur'

Desa Kalachi di sebelah utara Kazakhstan kena wabah aneh 'sakit tidur'.



Penyakit misterius itu membuat warga desa tiba-tiba tertidur, bahkan bisa hingga berhari-hari.



Penduduk desa bernama Viktor Kazachenko yang terkena wabah sakit tidur ini mengaku dia mengalaminya ketika sedang berkendara ke luar kota buat suatu urusan, seperti dilansir situs Asia One, Jumat (20/3).



"Otak saya tiba-tiba berhenti. begitu saja. Saya tidak ingat apa-apap," kata dia.



Kazachenko tiba-tiba terbangun di rumah sakit dan menyadari dia sudah tidur hampir sepekan. Kejadian ini itu adalah kedua kalinya dia alami.



"Pertama kali kena saya tidur tiga hari," kata dia.



Sebanyak 120 warga desa sudah terkena wabah aneh ini sejak pertama kali muncul awal 2013. Sejak saat ini sudah terjadi 152 kasus.



Bahkan dokter dan ilmuwan pun dibuat bingung oleh wabah penyakit aneh ini.



Awal tahun ini direktur Institut Pusat Nuklir Nasional mengatakan peningkatan karbon monooksida bisa menimbulkan gejala seperti wabah sakit tidur itu.



Pemerintah Kazakhstan saat ini sudah membentuk komisi khusus buat menyelidiki kasus ini. Namun hasilnya tetap masih misterius.



Warga desa menduga tambang uranium yang terbengkalai dekat desa itu menjadi penyebab wabah. Pemerintah kini sedang berupaya memindahkan warga desa dari kawasan itu.



Sekitar seratus warga sudah dipindahkan dari desa mereka. Sisanya 425 lagi tidak mau pindah.



"Saya tidak akan ke mana-mana. Kenapa saya harus pergi? Saya sudah tinggal di sini selama 40 tahun. Saya ingin meninggal di sini," ucap Kazachenko.



Baca juga:

10 tahun pria ini bawa istrinya pakai ambulans buatan ke rumah sakit

Baru kena tembak, pria ini langsung foto selfie

Fantastis, jam tangan super mewah ini dibanderol Rp 521 miliar

Ngajak selingkuh, penis pria ini hampir putus digigit teman istri

Lima cerita kematian paling konyol sedunia

Pria ini bawa anaknya ke sekolah dengan cara diikat di jok motor


Read More http://ift.tt/1H87C77

No comments:

Post a Comment