Per 1 April ini, jalur kereta Commuter Line, Nambo-Manggarai resmi beroperasi. Sayangnya, belum ada sosialisasi jelas soal operasional ini.
Seperti pengakuan petugas loket di Stasiun Citayam. Dia bingung saat ditanya jadwal keberangkatan kereta dari Citayam menuju Nambo.
"Saya nggak paham mas, cuma katanya hari ini diadainnya. Kalau soal jam atau apanya gimana saya nggak paham," kata salah satu petugas tiket, Aditya, di Stasiun Citayem, Bogor, Rabu (1/4).
Tadi pagi, kata dia, sempat ada kereta melintas ke arah Nambo. Tapi, penumpangnya tak terlalu banyak.
"Tadi pagi 05.20 penumpang yang dari stasiun Cibinong menuju Citayam hanya sekitar 10 orangan, dari Stasiun Nambo kosong," tambah Oma, teknisi kereta saat ditemui di tempat yang sama.
Dari arah sebaliknya, kata Oma, penumpang juga tak terlalu banyak. "Tadi jam 09.14 WIB berangkat dari Citayam, itu sekitar 15 orangan lah, kosong banget mas," jelas Aulia, penjaga pintu masuk di Citayam.
Dari Stasiun Citayam menuju Nambo, ada empat stasiun yang dilalui mulai dari Stasiun Pondok Rajeg, Stasiun Cibinong, stasiun Gunung Putri dan Stasiun Nambo.
Kebijakan ini tampaknya memang benar kurang sosialisasi. Banyak penumpang yang tak tahu saat ditemui di Stasiun Citayam.
"Saya tidak tahu mas, kalau tahu saya tunggu aja di Cibinong, kan dari Cibinong bisa ke Jakarta" kata Udin, salah satu pengguna KRL.
Anwar, warga Citayem lainnya tidak tahu jalur Citayem - Nambo sudah dibuka.
"Saya tidak tahu ada jalur Nambo, cuma yang saya tahu itu jalur buat kereta barang ya," ujarnya.
"Saya rasa sosialisasinya ke penumpang masih kurang ya, saya aja enggak tahu" lanjutnya.
Hasil pemantauan merdeka.com di lokasi, pengumuman tertempel kereta ini berhenti di stasiun-stasiun besar saja, antara lain stasiun Nambo, Cibinong, Citayam, Depok, Depok Baru, Universitas Indonesia, Pasar Minggu, Manggarai, Tanah Abang dan terakhir Bukit Duri. Hampir tak ada sosialisasi yang mengumumkan jalur ini sudah beroperasi. Yang ada hanya spanduk soal kenaikan tarif.
Jalur Nambo dulunya dibuat untuk jalur lingkar yang dimulai dari stasiun Parung Panjang hingga stasiun Cikarang. Tahun 2000-an kemarin, jalur ini pun sempat beroperasi beberapa bulan untuk angkutan barang dan penumpang yang menggunakan kereta rel disel.
Baca juga:
Commuter Line jalur Nambo-Citayam belum akan beroperasi 1 April
Ada gangguan listrik, penumpang KRL di Stasiun Sudimara menumpuk
Ini perbedaan MRT Singapura dan KRL
Janji PT KCJ tingkatkan pelayanan Commuter Line cuma di atas kertas
Keterlaluan, jutaan tiket harian KRL ditilep penumpang
Pakai tarif progresif, PT KCJ janji atur jarak antara kereta 5 menit
Ini tarif baru KRL Jabodetabek dengan sistem progresif
Read More http://ift.tt/1GeYUG2
Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar jawa timur, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian dan membayar 30 jt namun hasilnya nol, uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, Dengan tdk segaja sy buka internet dan sy melihat komentar ibu sri Rahayu dr jawa timur Tentang Bpk Drs Sulardi yang bekerja di BKN pusat yang di kenalnya di jakarta dan mengurusnya sampai SK dia keluar, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau mau membantu saya dan menyuruh saya mengirim berkas saya melalui e-mail, alhamdulillah SK saya akhirnya keluar juga, sy sangat berterima kasi kepada Bpk Drs.sulardi yg telah membantu sy, dan tak lupa mengucap syukur kepada ALLAH SWT karna melalui Bpk Drs.Sulardi, masa depan sy sudah cerah, jadi teman2 jgn pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasih jalan, dan sy sadar kalau tdk ada yg ngurus dr pst langsung meman sulit, karna banyaknya peserta. itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya Hubungi saja Bpk Drs.Sulardi, Hp:0823-3871-2222 Siapa tau belia masih bisa bantu. Wassalm Nirwana bakri.
ReplyDelete