Pages

Monday, March 30, 2015

Pelajar caci maki Lee Kuan Yew ditangkap polisi Singapura

Amos Yee Pang Sang, bocah berumur 16 tahun, didakwa untuk beberapa tuduhan pelanggaran pidana di pengadilan Singapura, Selasa (31/3). Pelajar SMA itu menghebohkan Negeri Singa setelah menyebut Perdana Menteri Pertama Singapura, Lee Kuan Yew yang meninggal pekan lalu sebagai diktator.


Video mencaci-maki bapak bangsa Singapura berdurasi delapan menit itu diunggah melalui situs youtube. Akhir pekan lalu, video tersebut telah disaksikan 600 ribu orang. Tapi belakangan sudah diblokir, seperti dilansir Channel News Asia.


"Lee Kuan Yew akhirnya meninggal. Saya bersyukur. Dia adalah sosok yang mengerikan. Semua orang hormat padanya karena takut," ucap Yee dalam videonya.


Selain video tersebut Yee juga sering menguggah video kontroversial yang berisi kritik atas ajaran Kristen. Dia pun menyamakan Lee Kuan Yew seperti Yesus, karena berusaha menjadi Tuhan bagi warga Singapura.


Pelajar SMA ini mengaku seorang atheis. "(Lee dan Yesus) sama-sama lapar kekuasaan, serta gemar menipu sesama manusia dengan berpura-pura baik."


Akibat aksinya, abege ini terancam sanksi ganda yaitu pelarangan mengunggah video ke jejaring sosial serta denda hingga 20.000 dollar Singapura (setara Rp 190 juta), belum termasuk hukuman penjara maksimal tiga tahun.


Dilain pihak, ayah Yee meminta maaf atas apa yang dilakukan sang anak. Keluarga berusaha menangguhkan penahannya dengan uang jaminan.


"Dalam kesempatan ini saya ingin ucapkan permintaan maaf atas apa yang dilakukan anak saya terhadap perkataanya terhadap Perdana Menteri Lee," ucapnya kepada awak media.


Proses persidangan bocah tersebut akan dilaksanakan dalam dua minggu ke depan. Sedangkan vonis bakal diumumkan pada 17 April 2015.


Jenazah Lee dikremasi pada Minggu (29/3) lalu. Proses pemakaman pendiri Partai Aksi Rakyat (PAP) yang menguasai parlemen Singapura itu dihadiri 100 ribu orang, termasuk puluhan kepala negara dari pelbagai belahan dunia.


Kritik terhadap Lee sebetulnya bukan barang baru. Walau membuat perekonomian Singapura sekelas dengan negara maju, tapi sang PM itu membungkam kebebasan pers dan hak-hak sipil untuk mengkritik pemerintah.


Belakangan pengguna Internet di Singapura minta Yee dibebaskan. Dalam petisi di situs change.org, video Yee dinilai tak perlu dihukum berat.


"Kami sebagai warga Singapura memaafkannya dan berhasrat dia memberikan kontribusi pada masyarakatnya ke depan," tulis petisi tersebut.


Read More http://ift.tt/19uwjzW

1 comment:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar jawa timur, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian dan membayar 30 jt namun hasilnya nol, uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, Dengan tdk segaja sy buka internet dan sy melihat komentar ibu sri Rahayu dr jawa timur Tentang Bpk Drs Sulardi yang bekerja di BKN pusat yang di kenalnya di jakarta dan mengurusnya sampai SK dia keluar, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau mau membantu saya dan menyuruh saya mengirim berkas saya melalui e-mail, alhamdulillah SK saya akhirnya keluar juga, sy sangat berterima kasi kepada Bpk Drs.sulardi yg telah membantu sy, dan tak lupa mengucap syukur kepada ALLAH SWT karna melalui Bpk Drs.Sulardi, masa depan sy sudah cerah, jadi teman2 jgn pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasih jalan, dan sy sadar kalau tdk ada yg ngurus dr pst langsung meman sulit, karna banyaknya peserta. itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya Hubungi saja Bpk Drs.Sulardi, Hp:0823-3871-2222 Siapa tau belia masih bisa bantu. Wassalm Nirwana bakri.

    ReplyDelete