Pages

Tuesday, March 31, 2015

Ibu ini harus pilih satu dari dua anaknya buat donorkan ginjalnya

Seorang ibu di Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, China, bernama Lian Rongshua, 51 tahun, harus mengalami kejadian paling memilukan dalam hidupnya: dia harus memilih salah satu dari dua anaknya yang akan diselamatkan dengan ginjalnya.



Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (31/3), Lian terlihat sedang menangis ketika akan menjalani operasi setelah memilih putranya yang lebih muda, Li Haisong, 24 tahun.



Menurut situs Peoples's Daily, sang kakak, Li Haiqing, 26 tahun, rela mengorbankan kesehatannya dengan meminta sang ibu memberikan ginjalnya buat adiknya itu.



"Kita akan selamatkan adik dulu," kata dia.



Biaya operasi transplantasi ginjal itu memerlukan dana ribuan yuan. Sang ayah, Li Xiukai mengatakan keluarganya tidak punya biaya lagi jika harus mengoperasi sang kakak setelah donor ginjal yang cocok ditemukan.



Kedua putranya itu mengidap uremia alias gagal ginjal sehingga butuh donor untuk menyelamatkan mereka.



Keluarga mereka tahun lalu terpaksa pindah untuk memudahkan mendapat perawatan di rumah sakit. Sang kakak harus bolak-balik ke rumah sakit pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Sedangkan sang adik juga harus mendapat perawatan yang sama pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.





Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan sang Ibu menjadi pendonor yang cocok untuk salah satu dari mereka. Tapi dia hanya bisa mendonorkan satu dari dua ginjalnya. Sang ayah tak bisa menjadi donor karena punya darah tinggi.



Keluarga itu dilaporkan sempat ribut tentang siapa yang akan menerima donor ginjal dari sang ibu. Setelah mengambil suara akhirnya mereka memutuskan sang adik yang akan diselamatkan lebih dulu.



"Saya hanya bisa memberikan satu ginjal buat didonorkan, dan saya hanya bisa menyelamatkan satu anak saya. Siapa pun yang saya selamatkan tetap rasanya tidak adil," ujar Lian sambil terisak.



Sang kakak, Haiqing, kuliah di Universitas Kedokteran Sichuan Utara. Dia bercita-cita menjadi dokter. Tapi impiannya itu harus pupus lantaran kondisi kesehatannya kian memburuk.



"Jangan menangis, ibu. Kita sudah sepakat. Kita akan selamatkan adik lebih dulu," kata dia kepada ibunya.



Para dokter akhirnya menghabiskan waktu delapan jam buat melakukan operasi transplantasi ginjal itu.



"Tidak apa-apa. Kami hanya perlu menunggu pendonor lain," ujar Haiqing.


Read More http://ift.tt/1I2iKXc

1 comment:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar jawa timur, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian dan membayar 30 jt namun hasilnya nol, uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, Dengan tdk segaja sy buka internet dan sy melihat komentar ibu sri Rahayu dr jawa timur Tentang Bpk Drs Sulardi yang bekerja di BKN pusat yang di kenalnya di jakarta dan mengurusnya sampai SK dia keluar, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau mau membantu saya dan menyuruh saya mengirim berkas saya melalui e-mail, alhamdulillah SK saya akhirnya keluar juga, sy sangat berterima kasi kepada Bpk Drs.sulardi yg telah membantu sy, dan tak lupa mengucap syukur kepada ALLAH SWT karna melalui Bpk Drs.Sulardi, masa depan sy sudah cerah, jadi teman2 jgn pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasih jalan, dan sy sadar kalau tdk ada yg ngurus dr pst langsung meman sulit, karna banyaknya peserta. itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya Hubungi saja Bpk Drs.Sulardi, Hp:0823-3871-2222 Siapa tau belia masih bisa bantu. Wassalm Nirwana bakri.

    ReplyDelete