Start-up bukan hanya diciptakan untuk meraup keuntungan atau semata. Banyak start-up di luar sana yang berjuang di dunia sosial, Empower Generation contohnya.
Start-up ini fokus membantu kaum wanita Nepal yang posisinya sejak lama tersisihkan dan teraniyaya. Wanita Nepal memang banyak yang menjadi korban kasus perdagangan manusia dan diskriminasi.
Empower Generation yang didirikan oleh pasangan suami istri Bennet Cohen dan Anya Cherneff ini berusaha membangkitkan kaum wanita Nepal menggunakan teknologi hijau atau ramah lingkungan.
Singkatnya, start-up ini memberikan sokongan pada pengusaha wanita lewat pendanaan dan pelatihan untuk mengembangkan bisnis teknologi ramah lingkungan. Karena berupa start-up non-profit, Empower Generation mendapatkan dana dan peralatan yang dibutuhkan dari investor dan produsen teknologi ramah lingkungan skala besar.
Empower Generation pun tidak lupa membuat pasar untuk produk-produk yang dihasilkan pengusaha-pengusaha wanita tadi. Mereka memberikan pinjaman dengan bunga murah pada para penduduk miskin di Nepal agar bisa membeli produk-produk ramah lingkungan kreasi pengusaha, misalnya lampu surya murah.
Dengan memberdayakan pengusaha wanita untuk memulai bisnis sekaligus memberikan dana bagi penduduk miskin untuk membeli produk mereka, Empower Generation telah menciptakan pasar produk ramah lingkungan di Nepal.
Hal ini berimbas positif pada banyak aspek kehidupan penduduk Nepal, termasuk aspek kesehatan. Penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti lampu surya telah menghindarkan penduduk Nepal dari pemakaian sumber energi lain yang 'mematikan'.
"Rumah tanggal tradisional di Nepal masih memakai kayu dan minyak tanah untuk kegiatan sehari-hari, misalnya penerangan. Nah, hal tersebut bisa berakibat buruk bagi kesehatan hingga kelestarian lingkungan (hutan)," ungkap Anya Cherneff.
Selain keberhasilan di dunia bisnis teknologi ramah lingkungan, Empower Generation mengklaim telah memasarkan teknologi ramah lingkungan yang mampu mengurangi 1.500 ton emisi karbondioksida di Nepal.
Artikel ini pertama muncul di TechinAsia.
Baca juga:
Go-Jek, startup yang siap jadi solusi atasi kemacetan Jakarta
Startup ini buat traveler bisa tentukan harga hotel sesuka hati
Qerja siap buka-bukaan masalah gaji dan review perusahaan
'ANGIN' siap bagi-bagi uang untuk start-up buatan Kartini Indonesia
Start-up ini bakal jadi musuh besar teroris global
Read More http://ift.tt/1CH5eoG
Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar jawa timur, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian dan membayar 30 jt namun hasilnya nol, uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, Dengan tdk segaja sy buka internet dan sy melihat komentar ibu sri Rahayu dr jawa timur Tentang Bpk Drs Sulardi yang bekerja di BKN pusat yang di kenalnya di jakarta dan mengurusnya sampai SK dia keluar, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau mau membantu saya dan menyuruh saya mengirim berkas saya melalui e-mail, alhamdulillah SK saya akhirnya keluar juga, sy sangat berterima kasi kepada Bpk Drs.sulardi yg telah membantu sy, dan tak lupa mengucap syukur kepada ALLAH SWT karna melalui Bpk Drs.Sulardi, masa depan sy sudah cerah, jadi teman2 jgn pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasih jalan, dan sy sadar kalau tdk ada yg ngurus dr pst langsung meman sulit, karna banyaknya peserta. itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya Hubungi saja Bpk Drs.Sulardi, Hp:0823-3871-2222 Siapa tau belia masih bisa bantu. Wassalm Nirwana bakri.
ReplyDelete