Pages

Monday, March 30, 2015

Lima dari 23 WNI ditangkap di Yaman telah ditemukan

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi, memberikan informasi terbaru mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap pemberontak Houthi di Yaman. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sana'a, dan sudah ada lima WNI yang ditemukan.



"Ada informasi terbaru dari KBRI Sana'a, yang ditangkap sekitar 23 orang, dan lima sudah ketemu di penjara Sumailah, Sana'a," kata Menlu Retno di gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta.



Menurutnya, lima dari 23 WNI tersebut saat ini telah menuju kedubes di Sana'a, sedangkan 2 WNI sudah dibebaskan kemarin. Sementara itu, pihaknya di Kedubes Sana'a hingga saat ini sedang mengunjungi penjara satu demi satu untuk mencari WNI yang ditangkap.



Menlu Retno menjabarkan total WNI yang berada di Yaman hingga saat ini ada 4.159 orang dengan jumlah mahasiswa sebanyak 2.626 orang, dan pekerja profesional di bidang minyak dan gas ada 1.488 orang.



"Sedangkan sisanya 45 orang staf termasuk keluarga, enam diplomat, dan sembilan lokal staf," beber Retno, Senin (30/3).



Retno mengungkapkan sebagian besar WNI tinggal di sebelah timur Yaman, dan kebanyakan adalah pelajar.



Sebelumnya, pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yaman Maulana Akbar mengatakan ada 23 warga negara Indonesia ditawan oleh aparat keamanan setempat.



Saat ini situasi di Ibu Kota Sanaa masih darurat karena pemberontak Houthi menguasai Yaman. Sementara serangan Arab Saudi sejak Kamis dini hari membuat situasi makin buruk.



"Saat ini kami mencoba menghubungi pihak pemberontak itu dan informasinya ada yang ditangkap tapi tidak memberi alasan. Saat ini kami hanya bisa berspekulasi mereka ditangkap terkait dengan kelengkapan dokumen. Kami akan menghubungi pihak terkait," kata Maulana Akbar saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (28/3).



Menurut pernyataan pers dari Kementerian Luar Negeri yang diterima merdeka.com, ada sekitar 4.159 WNI yang tersebar di berbagai wilayah di Yaman, dan sebanyak 141 orang dari 175 yang mendaftar, sudah kembali ke Indonesia.



"Pemerintah Indonesia telah melakukan proses evakuasi bagi WNI secara sukarela untuk kembali ke Indonesia sejak Februari kemarin. Hingga saat ini kami masih membuka pendaftaran, silakan ke KBRI di Yaman untuk mendaftar," tulis pernyataan pers tersebut, Jumat (27/3).



Direktur Perlindungan Warga negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWI-BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ibu Kota Sanaa masih berusaha berkoordinasi dengan otoritas setempat buat membebaskan para WNI yang ditahan itu.


Baca juga:

Siapa sesungguhnya pemberontak Houthi di Yaman?

Ini kekuatan dahsyat koalisi Arab Saudi serbu pemberontak di Yaman

Menlu Retno sebut penangkapan WNI di Yaman diduga masalah imigrasi

Perempuan pemberontak Houthi di Yaman tantang AS, Israel, dan Saudi

Dukung Saudi, jet tempur Israel ikut gempur Yaman

TNI siap bebaskan puluhan WNI ditahan pemberontak Yaman


Read More http://ift.tt/1Ifk4T7

1 comment:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar jawa timur, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian dan membayar 30 jt namun hasilnya nol, uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, Dengan tdk segaja sy buka internet dan sy melihat komentar ibu sri Rahayu dr jawa timur Tentang Bpk Drs Sulardi yang bekerja di BKN pusat yang di kenalnya di jakarta dan mengurusnya sampai SK dia keluar, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau mau membantu saya dan menyuruh saya mengirim berkas saya melalui e-mail, alhamdulillah SK saya akhirnya keluar juga, sy sangat berterima kasi kepada Bpk Drs.sulardi yg telah membantu sy, dan tak lupa mengucap syukur kepada ALLAH SWT karna melalui Bpk Drs.Sulardi, masa depan sy sudah cerah, jadi teman2 jgn pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasih jalan, dan sy sadar kalau tdk ada yg ngurus dr pst langsung meman sulit, karna banyaknya peserta. itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya Hubungi saja Bpk Drs.Sulardi, Hp:0823-3871-2222 Siapa tau belia masih bisa bantu. Wassalm Nirwana bakri.

    ReplyDelete