Pages

Monday, March 30, 2015

Ahok sebut bila DPRD absen bahas pergub berarti memang tak mau kerja

Pemprov dan DPRD DKI Jakarta memutuskan untuk menggunakan pagu anggaran APBD DKI Jakarta 2014, Rp 72,9 triliun. Agar bisa digunakan, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, harus mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub).



Basuki atau akrab disapa Ahok mengungkapkan, pihaknya tengah mempersiapkan diri untuk pembuatan Pergub ini. Dia menargetkan, peraturan ini akan selesai pada 10 April 2015. Sehingga dapat digunakan sekitar tanggal 20 April 2015.



"10 April harus selesai (Pergub). Makanya mulai besok kami sisir ini. Tadi udah saya kasih instruksi, kami mesti buka semua termasuk RAB (Rencana Anggaran Belanja), pengadaan barang. Kami mau buka semua, supaya yang ikut tendernya jelas," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/3).



Untuk mempercepat penerbitan Pergub, mantan Bupati Belitung Timur ini akan mengundang DPRD DKI Jakarta secepatnya. Tujuannya, untuk mengetahui siapa-siapa saja anggota dewan yang dapat melakukan komunikasi dengannya dalam pembahasan RAPBD DKI Jakarta 2016.



"Saya minta diundang, supaya nanti bisa ketahuan mana DPRD mau kerja sama untuk APBD 2016. Dari situ langsung kebacakan fraksi mana yang dateng, berapa orang kan langsung kebaca," terangnya.



"Kalau enggak berarti 2016 kami siap-siap untuk Pergub lagi. Tapi lebih untung kok, kalau semua dipakein itu lebih enggak pusing. Kalau enggak ada pokir lebih baik," tutup Ahok.


Baca juga:

Polri tetapkan 2 tersangka kasus mark-up UPS di APBD DKI

Komisi E soal buku trilogi: Apa keteladanan Ahok harus dibikin buku?

Investigasi RAPBD beres, tim angket laporkan hasil ke pimpinan dewan

Ahok akan gunakan layar besar untuk bahas APBD

Tahu dari dulu, kenapa Ahok baru koar-koar APBD bocor sekarang?

Umpatan tak bisa jadi alasan DPRD buat lengserkan Ahok

Ahok ngaku dulu tak ungkap bobrok DPRD karena Jokowi belum presiden


Read More http://ift.tt/1BDj6v3

1 comment:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar jawa timur, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian dan membayar 30 jt namun hasilnya nol, uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, Dengan tdk segaja sy buka internet dan sy melihat komentar ibu sri Rahayu dr jawa timur Tentang Bpk Drs Sulardi yang bekerja di BKN pusat yang di kenalnya di jakarta dan mengurusnya sampai SK dia keluar, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau mau membantu saya dan menyuruh saya mengirim berkas saya melalui e-mail, alhamdulillah SK saya akhirnya keluar juga, sy sangat berterima kasi kepada Bpk Drs.sulardi yg telah membantu sy, dan tak lupa mengucap syukur kepada ALLAH SWT karna melalui Bpk Drs.Sulardi, masa depan sy sudah cerah, jadi teman2 jgn pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasih jalan, dan sy sadar kalau tdk ada yg ngurus dr pst langsung meman sulit, karna banyaknya peserta. itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya Hubungi saja Bpk Drs.Sulardi, Hp:0823-3871-2222 Siapa tau belia masih bisa bantu. Wassalm Nirwana bakri.

    ReplyDelete