Pages

Sunday, March 1, 2015

Mantan Kadisdik: Soal UPS, saya merasa tertampar dan malu

Mantan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun mengaku sedih karena masih ada proyek siluman seperti pengadaan uninterruptible power supply (UPS) tahun anggaran 2014 di Dinas Pendidikan. Pengadaan UPS untuk sekolah-sekolah itu nilainya puluhan miliar.



"Saya sebagai Inspektorat dan mantan Kadisdik terus terang saja sedih banget ini. Merasa tertampar dan malu juga ini karena di balik keberhasilan kami mengembalikan uang ke kas daerah Rp 3,4 triliun ini kok terjebak pada dana sebesar Rp 5,8 miliar," kata Lasro di Balai Kota Jakarta, Senin (2/3).



Lasro mengaku sudah sekuat tenaga agar anggaran di dinas pendidikan tidak bocor. Kenyataannya dia masih kecolongan dan nilainya miliaran.



"Sedih banget ini bisa mencederai apa yang kami lakukan selama 10 bulan. Saya secara pribadi jadi banyak merenungi lagi. Saya juga sudah ke lapangan, selalu bertanya dan beberapa ada instruksi saya mengatakan kita bekerja harus sesuai, objektif, harga benar kualitas benar dan tidak menghambur-hamburkan uang rakyat," ujarnya.



Proyek UPS ini ditemukan di dinas pendidikan Jakarta Barat dan Pusat. Banyak sekolah mengaku tak pernah meminta UPS, tapi malah diberikan UPS.



Kejanggalan lain adalah perusahaan pemenang tender UPS. Banyak perusahaan tidak bergerak di bidang elektronik namun dapat memenangkan tender UPS.


Baca juga:

Soal 'dana siluman', DPRD DKI harusnya terima kasih ke Ahok

'Dana siluman di APBD DKI cara lama politikus rampok uang rakyat'

Pemenang tender beralamat fiktif praktik lazim korupsi APBD

Lucu-lucu perusahaan pemenang tender UPS senilai miliaran

Kantor pemenang UPS Rp 5,8 miliar hanya tempat servis AC

Antusiasme warga Jakarta dukung Ahok bongkar anggaran siluman DPRD

Bos jamu Jaya Suprana dukung Ahok lawan DPRD


Read More http://ift.tt/1wHuaGz

No comments:

Post a Comment