Pages

Monday, April 6, 2015

Menlu: Indonesia aktif di PBB desak gencatan senjata Yaman

Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi mengatakan upaya evakuasi Warga Negara Indonesia di Yaman masih kerap terhalang kekerasan antara pemberontak dan Liga Arab. Oleh sebab itu, pemerintah akan turut mendukung lobi resmi beberapa negara dan lembaga internasional ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tujuannya agar pihak-pihak bertikai di Yaman bisa melakukan gencatan senjata untuk misi kemanusiaan.


"Kita sudah berkomunikasi dengan ICRC, ada menhan Saudi Arabia. Ada wakil tetap kita di PBB, untuk mengikuti pembahasan di dewan keamanan PBB untuk mendorong langkah konkret terwujudnya jeda kemanusiaan," kata Menlu Retno di Jakarta, Senin (6/4).


Dalam perkembangan terakhir, hingga 6 April lebih dari 700 WNI di Yaman berhasil dievakuasi. Masih ada 92 warga Indonesia lainnya yang belum pulang, tapi berhasil keluar dari wilayah konflik, kini mereka transit di Kota Jizan, Arab Saudi.


Namun kekerasan yang tidak usai, khususnya di Kota Aden, menyebabkan evakuasi 89 WNI lewat jalur laut gagal. Karena situasi demikian, gencatan senjata diperlukan.


"Beberapa hari yang lalu kita sudah menyiapkan kapal. Tapi pada saat kapal merapat ke pelabuhan Aden, ada perubahan situasi dan WNI tidak bisa keluar, hanya 10 WNI yang sekarang (transit) di Djibouti," ungkap menlu.


Terkait respon unilateral Liga Arab di Yaman, Retno menolak berkomentar. Dia menyatakan sebelum lebih jauh membahas apakah serangan jet-jet tempur Saudi dan kroninya melanggar aturan internasional, Indonesia berkepentingan agar misi kemanusiaan dan upaya penyelamatan warga asing dipermudah.


"Kita mengimbau seluruh pihak untuk tidak melakukan atau mengambil tindakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah," kata Retno tanpa merinci lebih jauh.


Berdasarkan laporan tim Kemenlu dan Polri dari Kota Shaalal dan Tharim, 58 mahasiswa siap dievakuasi. Ada pula tambahan WNI di Kota al Mukhalla 40 orang yang juga akan dipulangkan ke Tanah Air dalam waktu dekat.


Read More http://ift.tt/1GY8IEW

No comments:

Post a Comment