Beberapa tahun terakhir, nama Kepulauan Seribu begitu moncer sebagai daerah tujuan wisata. Keindahan pantainya membuat orang berduyun-duyun datang ke sana.
Sayang, keindahan itu tak dibarengi dengan pengelolaan sampah di sana hingga setiap harinya menumpuk bak gunung. Sebabnya, dari belasan mesin penghancur sampah hanya tiga yang bisa beroperasi.
"Mesin pengolahan sampah banyak yang rusak. Seperti di Pulau Untung Jawa dan Pulau Pramuka tempat sampahnya tidak berfungsi," ungkap Bupati Kepulauan Seribu, Tridjoko Sri Margianto, kepada wartawan, Senin (06/04).
Tridjoko mengaku sudah berkoordinasi soal hal ini ke Sudin Kebersihan untuk memperbaiki mesin pengolahan sampah. Tapi sampai saat ini belum ada respon.
"Sampai saat ini mesin sampah yang berfungsi ada di Pulau Pari. Kalau sekitar Kepulauan Seribu mesin semua bisa aktif, sampah tidak lagi menumpuk. Sebab langsung dibakar. Kalau mesinnya rusak gini, sampah jadi menumpuk," ucapnya.
Selain berkoordinasi dengan Sudin Kebersihan, pihaknya juga melakukan penanganan dengan setiap kelurahan. Misalnya dengan meletakkan tong sampah dengan jarak masing-masing 10 meter.
Dia mengeluhkan minimnya uluran tangan Pemprov DKI Jakarta untuk membantu permasalahan sampah baik di Kepulauan Seribu maupun di wilayah lain di Jakarta Utara.
"Di Jakarta Utara sendiri untuk penanganan sampah ini, pemerintah setempat akan memperbanyak bank sampah," tuturnya.
Baca juga:
Masalah di Jakarta Utara: Banjir, jalan rusak dan tumpukan sampah
Antisipasi banjir, sampah di Sungai Pesanggrahan dibersihkan
Djarot punya ide kelola sampah Jakarta jadi minyak
Eks Kadis PU pernah ancam Ahok, buat pintu air Jakarta penuh sampah
Cerita Ahok ditegur Bu Ani gara-gara sampah di pintu air Istiqlal
Buang kulit pisang sembarangan, pedagang asongan didenda Rp 500 ribu
Kisah Iwan Fals peduli lingkungan, suruh fans punguti sampah
Read More http://ift.tt/1NWmb25
No comments:
Post a Comment