Polda Metro Jaya melimpahkan berkas kasus dugaan mark up anggaran pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di APBD 2014 ke Bareskrim Polri. Bareskrim pun siap menyelidiki.
"Selanjutnya penyidikan akan diteruskan," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Rikwanto, dalam pesan singkatnya kepada merdeka.com, Jumat (20/3).
Pelimpahan berkas dilakukan siang tadi. Polri tak melihat pelimpahan ini karena maksud tertentu. Menurutnya pelimpahan ini hanya untuk menjaga harmonisasi antar penyidik.
"Mengingat ke depan penyidik akan banyak lagi melakukan pemeriksaan di lingkungan eksekutif dan legislatif Pemprov DKI dan ini bisa menjadi hambatan psikologis bagi penyidik. Mengingat satu kemuspidaan, sehingga kemudian ditangani oleh penyidik Bareskrim tapi dalam prosesnya bisa jadi penyidik Polda Metro akan dilibatkan," bebernya.
Alasan lain pelimpahan kasus ini, lanjutnya, karena kasus UPS tergolong rumit. "Kasus tersebut juga masuk kategori kompleks dan rumit," pungkasnya.
Baca juga:
Anak buah Ahok ulur rapat, Lulung & M Taufik curiga dibikin deadlock
Nyerah soal RAPBD, Hanura & Demokrat serahkan ke Ahok yang terbaik
Wiranto dorong Ahok dan DPRD DKI hentikan konflik tak produktif
Ahok soal damai dengan DPRD: Kalau salah minum obat ya ribut lagi
Ahok menang, DPRD akhirnya sepakat coret dana siluman Rp 12,1 T
Mabes Polri awasi penanganan kasus UPS oleh Polda Metro Jaya
Masih kumpulkan data, KPK lanjutkan usut dana siluman APBD DKI
Read More http://ift.tt/1OdiDtp
No comments:
Post a Comment