Pages

Monday, March 2, 2015

Mau pahami penderitaan ibu, 3 pria ini coba 'hamil' selama 1 bulan

Steve Hanson, Jonny Biggins dan Jason Bramley adalah tiga pria berusia 40 tahunan yang sangat menyayangi ibu dan istri masing-masing. Karena itulah tiga pria tersebut ingin bisa memahami penderitaan yang dilalui para wanita yang mereka cintai tersebut saat mengandung mereka dan anak mereka.



Untuk memenuhi niatan itu, tiga pria ini mencoba 'hamil' selama satu bulan. Mereka mengenakan perut bohongan seberat 15 kg, seberat perut wanita yang sedang hamil tua. Mereka mengenakannya selama 24 jam. Ketiganya bahkan memakai perut palsu tersebut saat bekerja, membuat rekan-rekan di kantor terbahak.



Setelah hari kesepuluh, ketiganya mengaku kalau berat 'kehamilan' membuat mereka kesakitan dan menjadikan suasana hati buruk.



"Saya merasa seperti baru ikut pertandingan rugby. Punggung saya sakit dan pundak terasa pegal," tutur Jonny Biggins dalam situs 3 Pregnant Dads.




Photo credit



Sementara Steve mengaku tidak bisa tidur pada hari pertama karena perutnya terasa tidak nyaman. "Tidak bisa memejamkan mata sedikit pun. Malam yang menyebalkan, saya tidak bisa rileks."



Photo credit



Jason pun tak kalah 'menderita'. Ia merasa kesulitan untuk menjalankan rutinitas di kantor. "Saya heran mengapa wanita hamil tidak memakai kursi roda saja."




Photo credit



Berkat pengalaman menjadi ibu hamil selama sebulan itu, tiga ayah yang berdedikasi ini mengaku lebih respek kepada ibu dan istri mereka. Meskipun tidak sepenuhnya merasakan penderitaan yang dialami ibu hamil (perubahan hormon, kaki bengkak, dan pendarahan), kini mereka bisa mengerti apa yang harus dilalui para wanita di sekeliling mereka.


Baca juga:

Asep, tukang palak preman yang tobat masuk IAIN jurusan Agama Islam

Tak ada biaya sekolah, pengacara kondang ini dulu suka palak preman

Kisah penguasa bioskop Medan tobat jadi pejuang pembangunan masjid

Cerita pendekar jalanan tobat jadi kolektor keris

Taklukan preman terminal, Gus Tanto dirikan ponpes napi napi taubat


Read More http://ift.tt/1DtRCJK

No comments:

Post a Comment