Pages

Tuesday, April 7, 2015

Yaman kembali memanas, WNI terancam terjebak di Aden

Bentrokan sengit berkecamuk kembali di Yaman antara pemberontak Houthi dan loyalis di Yaman Selatan, lebih dari 24 jam sejak kemarin, hingga Selasa (7/4) dini hari tadi. Dalam insiden ini tercatat 140 orang tewas dalam 24 jam terakhir. Tim medis palang merah Yaman juga terhalang memasuki daerah ini.


Palang Merah menyerukan gencatan senjata segera demi memfasilitasi pengiriman bantuan melalui jalur darat, udara dan laut untuk mengobati hingga 3.000 warga sipil di Aden yang terluka.


Situasi di Aden sangat mengerikan,di mana beberapa lingkungan tidak memiliki listrik atau air. Kondisi buruk ini akan dialami warga hingga beberapa hari ke depan.


"Kami memiliki pesawat kargo dengan obat-obatan yang siap untuk pergi (seandainya ada gencatan senjata)," kata Sitara Jabeen, juru bicara Komite Internasional Palang Merah, seperti dilansir kantor berinta Prancis, AFP, (7/4).


Pertempuran paling mengerikan terjadi di kota utama selatan Aden antara pemberontak dan loyalis Presiden Abedrabbo Mansour Hadi di kota utama selatan Aden, kata para pejabat.


Lima puluh tiga orang, dan lebih dari sepertiga dari mereka (pemberontak Houthi) tewas dalam usaha merebut pelabuhan.


"19 pemberontak Houthi dan 15 tentara pro-Hadi (loyalis presiden Mansour Hadi) tewas di medan tempur semalam di kota Daleh, bagian utara Aden, lalu tujuh orang lainnya tewas di provinsi selatan Abyankata," ungkap pejabat setempat.


Belum diketahui bagaimana nasib WNI di Aden. Sebelumnya diberitakan, ada 89 warga negara Indonesia yang batal dievakuasi melalui laut karena pertempuran kembali pecah. Seandainya ada gencatan senjata, Kementerian Luar Negeri menyediakan kapal yang bisa mengangkut para WNI ke Pantai Djibouti, untuk kemudian diterbangkan ke Tanah Air.


Kini. Rusia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk untuk membantu aksi kemanusiaan dalam serangan dilancarkan oleh Arab Saudi dan koalisi lima monarki Teluk, Mesir, Yordania, Maroko, dan Sudan kepada pemberontak Houthi di Yaman.


Read More http://ift.tt/1In3yEd

No comments:

Post a Comment