Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat selesai digelar selama tiga hari sejak Senin lalu. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, memastikan UN SMA sejauh ini aman.
"Sudah kami cek selama tiga hari ini UN bertahan dengan baik, lancar, dan sistem seperti ini memudahkan kita semua, satu tingkat kebocoran hampir tidak ada, lalu anak-anak bisa mengerjakan dengan baik dan benar, dan tidak ada contek-menyontek, dan tingkat akurasinya," kata Djarot kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (15/4).
Pada siswa yang telah selesai ujian, Djarot berpesan tidak merayakan secara berlebihan sampai turun ke jalan. Dia meminta semua siswa untuk berdoa agar kelulusan dicapai dengan maksimal.
"Lebih baik lakukan hal-hal yang positif untuk melepaskan bahwa dia sudah melewati masa pendidikan di SMA-SMK kemudian MA. Tidak lagi hura-hura. Itu sudah kuno. Itu tidak mendidik dan itu mengganggu," imbau mantan wali kota Blitar itu.
Soal sistem ujian menggunakan sistem komputer, dia juga memastikan tak ada kendala berarti. Hanya saja, lanjut dia, dibeberapa tempat ada yang belum berjalan maksimal.
"SMA tahun depan yang negeri akan menggunakan sistem CBT. Yang kedua, kendala yang paling utama adalah masalah listrik, tetapi tadi pihak sekolah mengatakan seumpama listriknya mati, komputer masih tetap bisa menyimpan data tanpa UPS. Artinya itu sudah punya sistem sendiri. Begitu menyala, anak-anak bisa melanjutkan sistem berikutnya," jelasnya.
Di beberapa sekolah, lanjut Djarot, jenis komputer juga akan diperbarui. Karena komputer-komputer ini akan digunakan jangka panjang.
"Kita membeli perangkat itu harusnya, spek-nya harus mengantisipasi 3 hingga 4 tahun ke depan. Jangan yang jadul-jadul. Saya tidak mau misalnya kita beli perangkat sekarang tahun depan ganti. No! harus betul-betul yang bagus dan mereknya juga betul-betul ada garansi. Kalau memungkinkan, tahun depan semuanya menggunakan sistem CBT," beber Djarot.
Pada siswa yang telah selesai ujian, Djarot berpesan tidak merayakan secara berlebihan sampai turun ke jalan. "Lebih baik lakukan hal-hal yang positif untuk melepaskan bahwa dia sudah melewati masa pendidikan di SMA-SMK kemudian MA. Tidak lagi hura-hura. Itu sudah kuno. Itu tidak mendidik dan itu mengganggu," imbau mantan wali kota Blitar itu.
Baca juga:
Usai UN, siswa di Medan sumbangkan seragam untuk korban Sinabung
Saat siswa UN, kepsek SMA 3 malah 'jalan-jalan' ke lokasi Ahok sidak
Peserta UN diharapkan bawa tisu basah untuk usir kantuk
Tinjau UN dengan masuk ruangan, Gubernur Rano Karno langgar aturan
Soal UN IPA di Yogya dibocorkan di grup Line
Kepala Sekolah SMA 3 Yogya akui ada kebocoran soal UN
Soal UN bocor, siswa SMA 3 Yogyakarta ini kirim email ke UGM
Read More http://ift.tt/1CIVhn5
No comments:
Post a Comment