Pages

Tuesday, April 14, 2015

Tanpa pemanasan global, Eropa kosong melompong tak dihuni manusia

Saat ini, global warming atau pemanasan global mungkin memberikan banyak dampak negatif pada umat manusia. Akan tetapi, jutaan tahun silam, pemanasan global lah yang membuat benua Eropa berpenghuni. Bagaimana bisa?


Berdasarkan penelitian dari Dr. Jordi Agusti dari pusat penelitian ICREA di Spanyol, diketahui bila nenek moyang manusia, hominin, bisa berpindah ke Eropa setelah terjadi pemanasan global panjang, tepatnya dimulai 1,4 juta tahun lalu.


Bukti klaim itu didasari penemuan-penemuan arkeologis di situs Barranco Leon di selatan Spanyol. Beberapa pisau batu purba yang biasa di temukan pada masa Oldowan, atau sekitar 700-300 ribu tahun silam banyak ditemukan di sana.


Dr. Jordi mengatakan bila awalnya Eropa adalah benua dingin yang tidak bisa dihuni sama sekali oleh nenek moyang manusia karena suhunya bisa di bawah 0 derajat Celsius. Namun, saat pemanasan global terjadi 1,4 juta tahun lalu, suhu kawasan selatan Eropa (Spanyol) mulai menghangat hingga suhu 13 derajat Celsius lebih.


Ketika itulah, bangsa hominin mulai bermigrasi masuk ke benua Eropa. Bahkan, pemanasan global yang terus berlanjut diklaim membuat nenek moyang manusia itu bisa berkembang dan menyebar keseluruh wilayah Eropa, hingga seperti saat ini.


"Dari data yang berhasil diungkap secara jelas mendukung teori di mana perpindahan nenek moyang manusia, hominin, ke Eropa sangat dipengaruhi oleh faktor iklim dan kondisi lingkungan, dibanding faktor kebudayaan," tulis ilmuwan ICREA, Daily Mail (13/04).


Baca juga:

Peneliti bidang ini paling dicari di Indonesia

Ajaib, ilmuwan temukan pohon alpukat yang bisa ganti 'kelamin'

Kabar baik untuk Indonesia, smartphone bakal bisa deteksi gempa

Diam-diam Indonesia pernah meneliti matahari dan sukses!

Sekrup kuno ini jadi tanda alien pernah sambangi Bumi di masa lalu?


Read More http://ift.tt/1CK5ApU

No comments:

Post a Comment