Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk persoalan anak-anak (UNICEF) menyatakan serangan udara Liga Arab ke pelbagai wilayah di Yaman memakan korban jiwa sipil. Lebih parah lagi, 62 anak tewas selama serangan empat hari terakhir, sementara 30 balita lainnya terluka akibat serbuan jet yang digalang Arab Saudi tersebut.
Channel News Asia melaporkan, Rabu (1/4), Perwakilan UNICEF untuk Yaman, Julien Harneis, mengatakan serangan ini sudah melanggar hukum internasional karena tidak membedakan sasaran.
"Semua pihak yang terlibat konflik ini seharusnya menjaga anak-anak agar aman," ujarnya.
Anak-anak di Yaman dua tahun terakhir mengalami kekurangan gizi akut akibat perang saudara. Kini situasi memburuk, setelah invasi Liga Arab memicu kerusakan layanan publik seperti rumah sakit dan sekolah.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon turut mengecam seluruh pihak di Yaman, baik pasukan Liga Arab yang berusaha melindungi pemerintah sah maupun pemberontak Houthi dari kalangan Syiah. Dia prihatin karena laporan kematian warga sipil meningkat setelah invasi Saudi dan 9 negara lainnya dimulai.
"Melindungi warga sipil merupakan kewajiban dan sesuai hukum internasional," kata juru bicara Ki-moon.
PBB sebetulnya mendukung Presiden Abdurabuh Mansyur al-Hadi sebagai pemimpin sah dari Yaman. Hadi sekarang berada di Riyadh, setelah digulingkan pemberontak Syiah. Selama pelarian itulah, dia mengontak negara-negara mayoritas Islam Sunni di Teluk untuk merebut kembali pemerintahan.
PBB dan beberapa elemen internasional lain kini berusaha mendamaikan Saudi dan Iran, dua negara yang diyakini punya peran paling besar dalam konflik Yaman. Diplomat Maroko Jamal Benomar, dipilih menjadi utusan perdamaian PBB untuk mengajak pemerintah Yaman dan pemberontak membicarakan kembali gencatan senjata di Yordania.
Read More http://ift.tt/1IOQ9Cm
No comments:
Post a Comment