Pages

Saturday, April 11, 2015

Redam bicara kasar, Ahok sangat perlu jubir

Pakar Psikologi Politik UI, Dewi Haroen menyinggung sikap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sering melontarkan kata-kata kasar. Menurutnya, Ahok memerlukan juru bicara atau penasihat politik.



"Pak Ahok perlu jubir atau penasihat politik atau psikolog yang bisa mengademkan beliau. Bagaimana pun di dunia ini politisi tidak boleh mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas," kata Dewi usai diskusi Polemik Sindotrijaya Network, Jakarta, Sabtu (11/4).



Selain itu, dia mengimbau agar Ahok mau mengubah gaya bicaranya. Hal itu dilakukan untuk meredam polemik yang terjadi di masyarakat.



"Tolong dengan kebaikan Pak Ahok menurunkan nada bicaranya sehingga bisa diterima masyarakat dengan damai," imbuhnya.



Kendati demikian, Dewi mengakui kalau Ahok merupakan pemimpin yang jujur. Namun kejujuran itu, lanjut Dewi, tertutupi oleh sikap kasar Ahok.



Dewi mencontohkan pemimpin yang tidak temperamental tapi bisa melakukan pekerjaannya dengan tegas.



"Saya setuju (Ahok jujur). Lebih bagus lagi kalau bisa menurunkan (temperamental). Ini menyarankan saja, kerja itu enggak marah-marah. Banyak yang santun seperti Pak Ridwan Kamil dan Ibu Risma santai saja dan mereka bisa bekerja," pungkasnya.


Baca juga:

Kisah Bang Ali bangun Jakarta dari judi dan bir

Ahok gandeng pengusaha genjot perekonomian ibukota

Buang limbah ke sungai, pabrik di Cengkareng dipidanakan Ahok

Ini kata Ahok soal pegawai lepas Dinas Tata Air ngaku tak digaji

Ahok: Bir itu zamannya Ali Sadikin, kok saya yang disalahkan

Kerap disindir Fahira Idris, Ahok anggap sebagai vitamin

Kemendagri salah tafsirkan UU Pemda, Ahok marah besar


Read More http://ift.tt/1yl3BgJ

No comments:

Post a Comment