Pada tanggal 5 April 2015, Keluarga Mahasiswa Buddhis Dhammavaddhana (KMBD) BINUS University bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia telah mengadakan acara pengetikan ulang buku untuk tunanetra. Acara ini diikuti oleh hampir 900 volunteer pengetikan yang datang dari berbagai tempat seperti Jakarta, Bogor, dan Bandung.
Acara ini dimulai dengan kesenian dari KMBD Dance Group, diikuti dengan berbagai kata Sambutan yaitu dari Sdri. Metta Ratana selaku Ketua Panitia Pelaksana, Sdra. Tan William selaku Ketua KMBD, Bapak Fatahillah selaku Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta, Sdri. Irawati selaku Pengurus Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Sdri. Tarini selaku Pengurus Fellowship of Netra Community.
Sebelum pengetikan dimulai, para peserta yang hadir bersama-sama melihat penampilan teman-teman dari Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin yang dalam keterbatasannya mereka masih sangat semangat dan mampu mengembangkan bakat yang amat luar biasa, mereka bisa memainkan biola dengan begitu merdunya, bernyanyi dengan suara emas, dan memainkan piano serta saxophone dengan begitu handalnya. Acara kesenian pun dilanjutkan dengan penampilan shou yu dari Tzu Ching.
Setelah itu, acara pengetikan pun dimulai. Setiap volunteer sudah bersiap dengan laptop dan bahan ketikan mereka. Para volunteer sendiri tetap mengetik seperti biasa dalam Ms. Word sebanyak kurang lebih 15 halaman. Mengetik seperti biasa, kok bisa membantu teman-teman kita yang tunanetra? Tentu bisa, karena nantinya hasil dari pengetikan ini akan di convert dan dicetak kedalam huruf Braille untuk membantu teman-teman kita yang tunanetra.
Kenapa acara pengetikan ulang buku untuk tunanetra ini sangat penting untuk teman-teman kita yang tunanetra? Karena dengan acara ini, kita bisa menambah jumlah referensi buku bacaan untuk teman-teman yang tunanetra. Terlebih lagi, buku merupakan sarana dan prasarana yang lebih terjangkau baik dari segi bentuk dan harga untuk teman-teman kita yang tunanetra. Sehingga apa yang dikerjakan oleh volunteer pengetikan amatlah mulia kebajikannya, karena dengan jari kita mengetik, dan dengan jari tunanetra melihat dunia.
Setelah acara pengetikan berakhir, para volunteer pengetikan bersama-sama mendengarkan sesi sharing dari Sofian, seseorang yang pernah menderita tumor mata dan berhasil berjuang untuk melawan penyakit tersebut. Dari sesi ini, ada pelajaran yang kita dapatkan, bahwa seringkali kita mengeluh dengan apa yang kita miliki, padahal mungkin seseorang di luar sana sedang memimpikan apa yang kita punya. Sungguh perjuangan Sofian sangat menginspirasi bagi kita semua, terutama teman-teman Volunteer Pengetikan.
Acara ditutup dengan doorprize dan foto bersama. Berakhirlah sudah acara DV SOS 2015, semoga event ini bisa memberikan manfaat kepada sesama kita dan juga membuat kita lebih peduli dan lebih semangat dalam melakukan kebajikan. DV SOS 2015! We have donated vision!
Read More http://ift.tt/1NPQWUx
No comments:
Post a Comment