Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rina Aditya Sartika akhirnya menampakkan diri di Rapat Paripurna, setelah sekitar tiga minggu menghilang. Nama Rina ramai diperbincangkan setelah disebut-sebut pernah mengajukan anggaran penyediaan buku karya dirinya.
Dia datang didampingi rekan se-fraksinya, M Sanusi. Anak dari tersangka kasus UPS, Alex Usman ini, awalnya tidak mengucapkan sepatah katapun.
Rina dicari terkait pengadaan enam buku dalam APBD DKI Jakarta 2014. Sanusi yang berada di sampingnya berlagak sebagai juru bicaranya.
Sanusi menilai, pernyataan mengenai pengadaan buku tersebut hanya untuk menjatuhkan partainya. Sebab buku tersebut berbeda dengan rencana pengadaan buku trilogi Ahok yang ada di RAPBD DKI Jakarta 2015.
"Ini politik aja untuk mendiskreditkan Gerindra," ungkapnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (6/4).
Mendengar pernyataan tersebut, Rina akhirnya mengungkapkan, dirinya telah memberikan klarifikasi terkait masalah tersebut kepada Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Abdul Ghoni.
"Saya sudah jelasin ke ketua fraksi kok. Kewajiban saya kan menjelaskan ke Ketua Fraksi," tutupnya.
Baca juga:
Hari ini, Ahok bakal dicecar DPRD bertubi-tubi di 2 Rapat Paripurna
Ahok bakal bacakan sendiri laporan pertanggungjawaban APBD 2014
Paripurna hak angket digelar hari ini, DPRD DKI tentukan nasib Ahok
Wiranto larang Fraksi Hanura ikut hak menyatakan pendapat buat Ahok
Kemendagri 'sentil' Ahok anggaran belanja pegawai sepertiga APBD DKI
Ahok pastikan baca sendiri laporan kinerja 2014 di depan DPRD DKI
DPRD sebut pengadaan UPS diusulkan Pemprov DKI tahun 2014
Read More http://ift.tt/1F4XOy0
No comments:
Post a Comment