Pages

Tuesday, March 31, 2015

Kenali tanda-tanda masa subur pada wanita!

Menentukan waktu ovulasi adalah hal yang sangat penting, jika Anda dan pasangan ingin segera memiliki anak. Sebab, sperma bisa hidup selama tiga sampai enam hari, tetapi sel telur hanya bisa bertahan sekitar 12 sampai 24 jam.


Untuk meningkatkan kemungkinan pembuahan, sangat penting untuk melakukan hubungan seks saat ovulasi. Anda disarankan untuk melakukan hubungan seks 1-2 hari sebelum ovulasi dan lagi pada hari Anda berovulasi. Dengan begitu, ada banyak pasokan sperma yang menunggu di tuba falopi ketika telur dilepaskan.


Tentu saja, waktu ketika seorang wanita berovulasi sama sekali tidak jelas. Itu juga tergantung pada panjang siklus menstruasi. Seorang wanita biasanya mengalami ovulasi sekitar 14 hari sebelum menstruasi berikutnya.


Jika Anda memiliki siklus 28 hari, rata-rata siklus menstruasi wanita, maka Anda akan berovulasi sekitar pertengahan siklus Anda. Tetapi jika Anda memiliki siklus 35 hari, Anda akan berovulasi sekitar hari ke 21, bukan hari ke-17.


Bagaimana saya tahu kapan saya mengalami ovulasi?


Beberapa wanita mungkin dapat mengetahui kapan mereka mengalami ovulasi. Tetapi kebanyakan sama sekali tidak melihat adanya perubahan pada tubuh saat berovulasi.


Jika Anda ingin segera hamil, cobalah untuk melacak siklus Anda selama beberapa bulan dan mengenali beberapa tanda-tanda ovulasi, termasuk:


- Peningkatan keputihan


- Peningkatan suhu tubuh. Anda bisa mengetahuinya dengan mengecek suhu tubuh setiap pagi sebelum beranjak dari tempat tidur, satu atau dua hari setelah Anda berovulasi.


Jika siklus saya tidak teratur, akan sulit bagi saya untuk hamil?


Kebanyakan wanita memiliki sekitar 12 periode dalam setahun, tetapi beberapa memiliki lebih sedikit atau tidak mendapatkan menstruasi sama sekali. Stres, olahraga berat, penurunan berat badan yang dramatis, semua ini dapat menyebabkan gangguan pada siklus Anda. Semakin tidak teratur siklus Anda, maka semakin sulit untuk memprediksi ovulasi.


Jika siklus Anda tidak teratur dan terjadi selama lebih dari 35 hari atau lebih, Anda harus mempertimbangkan untuk memeriksakan kondisi Anda ke dokter kandungan.


Kondisi Anda mungkin bisa disebabkan faktor lain, seperti sindrom ovarium polikistik, disfungsi ovarium, gangguan tiroid, penurunan berat badan yang berlebihan atau tingkat prolaktin yang tinggi.


Baca juga:

Wanita hamil tidak boleh melakukan ini...

Sedang menunda memiliki buah hati? Ini kerugiannya!

Kapan waktu yang tepat untuk mengecek kehamilan?

4 Cara jitu jaga kehamilan setelah keguguran

Merokok saat hamil tingkatkan risiko diabetes pada bayi


Read More http://ift.tt/1ahbxEX

1 comment:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar jawa timur, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian dan membayar 30 jt namun hasilnya nol, uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, Dengan tdk segaja sy buka internet dan sy melihat komentar ibu sri Rahayu dr jawa timur Tentang Bpk Drs Sulardi yang bekerja di BKN pusat yang di kenalnya di jakarta dan mengurusnya sampai SK dia keluar, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau mau membantu saya dan menyuruh saya mengirim berkas saya melalui e-mail, alhamdulillah SK saya akhirnya keluar juga, sy sangat berterima kasi kepada Bpk Drs.sulardi yg telah membantu sy, dan tak lupa mengucap syukur kepada ALLAH SWT karna melalui Bpk Drs.Sulardi, masa depan sy sudah cerah, jadi teman2 jgn pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasih jalan, dan sy sadar kalau tdk ada yg ngurus dr pst langsung meman sulit, karna banyaknya peserta. itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya Hubungi saja Bpk Drs.Sulardi, Hp:0823-3871-2222 Siapa tau belia masih bisa bantu. Wassalm Nirwana bakri.

    ReplyDelete