Pages

Sunday, March 22, 2015

Ini rahasia ibu dua anak bangkitkan kembali start-up raksasa India

Di Indonesia, situs-situs e-commerce yang menjual kupon gratis memang belum banyak dilirik. Namun, di Amerika, China, dan India, situs-situs seperti itu menjadi jujugan pecinta belanja online.


Salah satu contohnya adalah MyDala, salah satu e-commerce penjual kupon diskon terbesar di India. Keberhasilan MyDala yang 4 tahun lalu hampir bangkrut itu tak lepas dari sosok CEO mereka, Anisha Sigh.



Anisha membuat start-up MyDala di tahun 2009 ketika baru saja kembali dari Amerika dan melahirkan anak pertamanya. Ketika itu situs-situs penjual kupon paling populer di dunia, Groupon, tengah berada pada masa jayanya.


Akan tetapi di tahun 2011, banyak situs-situs jual beli kupon bangkrut di tengah jalan akibat kehilangan pelanggan dan pedagang penjual kupon. Salah satu korbannya adalah MyDala.


Dengan umur masih 2 tahun, MyDala diambang kebangkrutan. Padahal saat itu Anisha baru melahirkan anak keduanya.


"Itu adalah saat-saat yang sulit dan 'gila'. Anak kedua ku baru berumur beberapa minggu, dan anak pertamaku masih balita. Tapi aku belum siap mengakhiri start-up ku," ujar Anisha.


Nah, titik terang mulai terlihat saat Anisha melakukan sebuah 'perjudian' dengan mengalihkan pasar ke dunia mobile. Padahal, saat itu resikonya besar mengingat penetrasi smartphone di India baru 5 persen.


Seperti keajaiban, keputusan Anisha itu berbuah manis. Era smartphone yang terus tumbuh pesat ikut menaikkan pamor dan pelanggan MyDala. Aplikasi mobile MyDala menjadi salah satu yang terpopuler.


Hal itu juga disokong dengan kerjasama yang apik antara start-up MyDala dengan operator seluler lokal. Mengingat masih banyak pengguna ponsel yang tidak bisa menggunakan aplikasi MyDala, Anisha membuat pengguna ponsel bisa melakukan pembelian kupon hanya dengan SMS.


Saat ini, MyDala sudah mempunyai 50 juta pengunjung setiap tahunnya dan membukukan 6,6 juta transaksi perbulan. Hebatnya, 85 persennya disumbangkan oleh sektor mobile. Setiap hari, setidaknya ada 150.000 kupon diskon dari berbagai pedagang dan toko yang diunduh oleh pengguna.


Nah, saat banyak start-up e-commerce lain di India yang terus merugi, MyDala terus meraup untung dan berkembang pesat. Hal ini ditanggapi santai oleh Anisha.


"Tapi aku masih seorang ibu dan CEO yang belum sempurna. Tidur ku juga tidak beraturan," kata Anisha sambil tertawa.


Artikel ini pertama muncul di TechinAsia.




Baca juga:

Kreator start-up asal Israel ingin tancapkan taring di Indonesia

GandengTangan hadir dan siap bantu carikan modal usaha sosial

Beli start-up ini, Facebook bakal jadi surga bagi online-shopper

Mailbird 2.0, aplikasi juara nikmati sosmed dan email di satu tempat


Read More http://ift.tt/19esiz3

No comments:

Post a Comment