November lalu, boleh saja pengiklan di Twitter lebih sedikit, yakni 60 ribu. Angka itu terpaut jauh jika dibandingkan dengan Google yang berjumlah 4 juta dan Facebook 2 juta.
Namun, nampaknya dengan jumlah yang sedikit, bukan berarti Twitter kalah dari rivalnya itu.
Ya, Twitter memiliki keuntungan besar yaitu memiliki harga per pengiklan yang besar daripada kompetitornya.
Seperti yang dilansir dari Business Insider (28/2) yang mengutip dari laporan data Business Intelligence (BI) dan Macquarie Security. rata-rata penghasilan Twitter dari iklan justru lebih besar.
Menurut laporan itu, rata-rata pendapatan Twitter per pengiklan USD 21.000 (sekitar Rp 270 jutaan) tahun lalu, kira-kira tiga kali lipat dari Facebook di USD 7.000 (Rp 90 juta) per pengiklan, dan Google USD 16.000 (Rp 200 juta) per pengiklan.
Macquarie percaya Twitter sangat efektif karena berfokus pada merek terbesar dibandingkan dengan usaha kecil. Lalu, apakah Twitter bakal bisa menyalip pendapatan Google di masa depan?
Jalan menuju 'goal' itu mungkin masih jauh dan berliku. Terlebih Twitter saat ini masih berusaha meningkatkan jumlah pengguna mereka yang di akhir tahun lalu telah disalip oleh Instagram.
Baca juga:
Di Twitter, Menkominfo ditanya soal Vimeo
Meme Lady Gaga jadi tukang cuci piring di Oscar hebohkan Twitter
Setengah juta gambar porno tiap hari bebas masuk ke Twitter
Indosat kecam beredarnya akun palsu indosatcare di Twitter
Nge-tweet hal-hal sepele, pemuda ini dapat Rp 6 miliar per tahun!
Read More http://ift.tt/1zttvbD
No comments:
Post a Comment