Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi melakukan lawatan pertama kali ke Kepulauan Solomon dalam rangka kunjungan bilateral pertamanya ke Pasifik, sejak dilantik Oktober tahun lalu. Dalam kunjungannya kali ini, dia diterima baik oleh Menteri Luar Negeri kepulauan Solomon, Hon. Milner Tozaka MP.
Kunjungan yang berlangsung kemarin ini berkepentingan untuk mempererat kerja sama RI dan Kepulauan Solomon.
"Kunjungan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan kerja sama dan kontribusi terhadap pembangunan di Pasifik," ujar Retno dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Minggu (1/3).
Dalam keterangan tertulis itu juga disebutkan kedua Menteri mengakui dua negara memiliki latar belakang budaya Melanesia dan pembangunan hubungan bilateral yang erat, serta saling menghormati integritas teritorial. Selain itu, dalam lawatan kali ini, RI-Kepulauan Solomon sepakat genjot kerja sama khususnya dibidang ekonomi dan sumber daya manusia (SDM).
"Masih ada potensi yang belum dimanfaatkan di bidang perdagangan antara kedua negara. Dan kami sepakat untuk mengintensifkan upaya untuk mendorong kerja sama di sektor swasta juga," kata Menlu Retno.
Tercatat antara 2009-2013 perdagangan hanya tumbuh hanya sekitar 6,3 persen per tahun. Pada 2014, dalam bidang SDM, telah terjalin kerja sama pada 22 program peningkatan kapasitas SDM di berbagai bidang seperti pendidikan, perikanan, pertanian, dan UKM.
Pada akhir pertemuannya, Menlu Retno juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Hon. Douglas Ete. Mereka membahas perkembangan bilateral dan masalah regional.
Menlu Retno juga menyampaikan undangan untuk Perdana Menteri Kepulauan Salomon dari Presiden Indonesia Joko Widodo untuk menghadiri Peringatan Ke -60 Konferensi Asia Afrika yang akan diadakan di Jakarta dan Bandung, 19-24 April mendatang.
Read More http://ift.tt/1GBEFkC
No comments:
Post a Comment