Ratusan warga di beberapa kota Australia kemarin menggelar pawai menolak ekstremisme pemeluk Islam. Pengunjuk rasa menyatakan ada segelintir umat Islam di Negeri Kanguru ingin menyebar bibit-bibit kebencian dan teror.
Selain itu, radikalisme muslim berkembang karena pemerintah Australia membiarkan sebagian orang menerapkan syariah Islam. Pawai ini digerakkan oleh kelompok 'Rebut Kembali Australia', seperti dilansir Channel News Asia, Minggu (5/4).
"Kami mendukung nilai-nilai Australia, menolak ekstremisme Islam, tapi kami tidak membenci umat muslim," kata juru bicara Gerakan Rebut Kembali Australia, Catherin Brennan.
Dia mengklaim gerakan mereka juga didukung oleh muslim moderat di Negeri Kanguru. "Di Sydney dan Melbourne, ada perwakilan umat muslim ikut menandantangani petisi kami," kata John Oliver, salah satu pengunjuk rasa yang terlibat dalam aksi kemarin.
Aksi 'Rebut Kembali Australia' digelar di Kota Sydney, Melbourne, dan Queensland. Ratusan pengunjuk rasa membawa poster yang bertulisakan 'No Islam, No Sharia, No Halal'. Di Sydney, peserta pawai berkumpul di Distrik Martin Place, yang awal tahun ini menjadi lokasi penyanderaan simpatisan ISIS.
Adapun aksi ini mendapat perlawanan dari puluhan kelompok lain. Clare Fester, warga kulit putih Australia, menggalang dukungan bagi muslim di Sydney.
"Pawai yang mereka gelar itu rasis, karena menyamakan seluruh umat Islam penyuka kekerasan, mendukung teror, dan anti hak-hak perempuan," kata Fester.
Read More http://ift.tt/1bYzz8k
No comments:
Post a Comment