Pages

Sunday, April 5, 2015

Pemerintah RI desak semua pihak di Yaman gencatan senjata

Keadaan kemanaan di Yaman, khususnya di bagian Barat Yaman sekitar kota Aden dan Ibu Kota Sanaa semakin memprihatinkan. Serangan jet tempur Liga Arab intensif. Perang di darat pun makin meluas antara pemberontak Houthi dengan loyalis Presiden Abdurabuh Mansyur Hadi.


Indonesia, yang ribuan warganya kini sedang terjebak di dekat wilayah konflik, menyesalkan konflik ini. Apalagi jatuh puluhan korban sipil, termasuk anak-anak.


Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi meminta kepada semua pihak di Yaman agar memberlakukan jeda kemanusiaan (humanitarian pause) guna memberikan kesempatan bagi warga sipil dievakuasi keluar dari Yaman.


"Kesempatan ini akan digunakan oleh Pemerintah RI untuk melakukan evakuasi WNI secepatnya dari Yaman," kata Retno dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Minggu (5/4).


Dalam perkembangan terbaru, Tim Percepatan Evakuasi WNI yang berangkat dari Jakarta Kamis lalu berhasil masuk ke kota Tareem melalui perbatasan Yaman-Oman.


Tim ini menghubungi berbagai pihak termasuk para tokoh ulama dan pimpinan universitas dan pesantren, agar membantu meyakinkan WNI di Hadhramaut agar bersedia di evakuasi.


Sebelum serangan udara Liga Arab terjadi, 792 WNI telah dievakuasi dari Yaman. Sementara sepekan terakir, 202 WNI saat ini sudah dievakuasi ke wilayah aman yaitu di Jizan (Arab Saudi) dan Djibouti City (Djibouti). Operasi penyelamatan WNI ini melibatkan pesawat TNI AU Boeing 737-400 serta kapal sewaan dari Kota Aden.


Read More http://ift.tt/1Fc2zjT

No comments:

Post a Comment